Analisis Yuridis Putusan Nomor 496/PID.SUS/2022/PN.KDI Terhadap Pasal 51 Ayat (1) KUH Pidana dan Teori Vicarious Liability
Keywords:
Pertanggungjawaban Pidana; Putusan 496/Pid.Sus/2022/PN.Kdi; Vicarious LiabilityAbstract
Dalam perkara putusan nomor 496/pid.sus/2022/PN.Kdi atas nama terdakwa Andre Jagad dinyatakan bersalah setelah terbukti secara sah melakukan tindak Pidana "turut serta mengerjakan, menggunakan, menduduki kawasan hutan secara tidak sah". Padahal Fakta persidangan mengungkapkan bahwa perbuatan Andre Jagad di dasari atas perintah pimpinannya. Seharusnya Pertanggungjawaban pidana tidak dapat dibebankan kepada Andre jagad melainkan kepada pimpinannya.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer meliputi Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, KUHP, dan Putusan No. 496/pid.sus/2022/PN.Kdi. Data sekunder meliputi jurnal, buku-buku, dan sebagainya. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.Berdasarkan sumber-sumber data yang telah ada menurut penulis ada beberapa kejanggalan yang terjadi dalam menilai sebuah peristiwa pidana tersebut, karena jika merujuk pada teori vicarious liability dan pasal 51 ayat 1 KUHP Seharusnya pertanggungjawaban Pidana dilimpahkan kepada yang memberikan perintah terhadap Andre Jagad yaitu Kisman selaku Direktur PT. Putri Raditya Perkasa.Bahwa sebagai kesimpulan dari analisis penulis sesungguhnya pertimbangan majelis hakim dalam memutus putusan nomor 496/pid.sus/2022/PN.Kdi menggunakan pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tidak sesuai dengan Pasal 51 ayat 1 KUHP dan teori vicarious liability. Sebab fakta persidangan mengungkapkan bahwa Andre jagad melakukan perbuatan yang dianggap tindak Pidana tersebut atas perintah pimpinannya. Sehingga pertanggungjawaban Pidana sudah semestinya jatuh kepada pimpinannya.
References
Hapsari, K. D. (2022, Mei 19). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Menurut Vicarious Liability Theory. Jurnal Ius Quia Iustum Faculty of Law, 29, 324-346.
Iskandar, M. I. (2022, Desember 12). Isi Pasal 51 KUHP tentang Perintah Jabatan dan Penjelasannya. Dipetik Oktober 25, 2023, dari amp.tirto.id: https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/isi-pasal-51-kuhp-tentang-perintah-jabatan-dan penjelasannya-gGzGk
Pasaribu, H. M. (2020). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi. (Y. L. Simamora, Penyunt.) Medan: LPPM UHN Press.
Sitanggang, D. E. (2022, Januari 20). Pertanggungjawaban Pidana Kepala Pabrik Atas Tindak Pidana Dumping Tanpa Izin (Studi Putusan Nomor 700/PID.B/LH/2020/PN BDG. Dipetik Oktober 25, 2023, dari repository.uhn.ac.id: http://repository.uhn.ac.id/handle/
Sondakh, H. A. (2014). Perintah Jabatan Dan Perintah Jabatan Tanpa Wewenang Dalam Pasal 51 KUH PIDANA. Lex Crimen, III, 163-168.
Peraturan Perundang-Undangan
Putusan Nomor 496/Pid.Sus/2022/PN Kdi
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





