Optimalisasi Pemuda Melalui Club Olahraga Di Desa Puuwonggia Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Selatan
Keywords:
Optimalisasi; Club; OlahragaAbstract
Pemuda sebagai generasi penerus, memiliki peran dan tanggung jawab besar untuk menjaga dan meningkatkan prestasi olahraga baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Pemuda Desa mempunyai kemampuan untuk menciptakan inovasi, mereka memiliki energi, kreativitas, dan semangat yang dibutuhkan untuk memperkenalkan ide-ide segar dalam berolahraga. Desa Puuwonggia Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Selatan, permasalahan utama yang dihadapi pemuda adalah belum adanya club-club olahraga, yang dapat dijadikan sebagai pengembangan potensi, karakter, dan peran aktif pemuda dalam kehidupan bermasyarakat. Kendala lain adalah kurangnya sarana untuk bermain dan berlatih serta infrastruktur pendukung. Oleh karena itu pembentukan club olahraga sangat diperlukan untuk mempromosikan semangat sportivitas, fair play dan nilai-nilai positif dalam olahraga. Club olahraga adalah cara terbaik bertemunya orang-orang yang memiliki minat yang sama dan pilihan gaya hidup serupa. Metode yang digunakan adalah survey lapangan, focus grup discussion, serta monitoring dan evaluasi. Sebagai implikasi dari hasil penelitian diharapkan pemuda dapat menjadi agen perubahan dalam mengatasi perilaku tidak etis dan menggalang dukungan untuk olahraga yang bersih dan bermoral.
References
Banurea, R. (2017). Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah pada Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi di Kabupaten Dairi. Educandu M, 10(1), 77-84.
Donna, M. M., and Mclaughlin. J. A. (2004). Research and Evaluation Methods in Special Education. California: Published by Corwin Pres, Inc.
Engel, U. at. al. (2015). Improving Survey Methods: Lessons from Recent Research. (1thEdition). London and NY: Published by Routledge.
Eggen, P. and Kauchak, D. (2012). Strategic and Models for Teachers: Teaching Content and Teaching Skills. Boston: Pearson Education, Inc.
Eggen, P. and Kauchak, D. (2007). Educational Psychology: Windows on Classrooms. (7th Edition). NJ: Pearson Upper Sadle River.
Gundumogula, M. (2020). Importance of Focus Groups in Qualitative Research. International Journal of Humanities and Social Science (IJHSS), 2020, 8 (11), pp.299-302. ff10.24940/theijhss/2020/ v8/i11/HS2011-082ff. ffhal-03126126f. ISSN 2321 – 9203. 6.https://hal.univ-lorraine.fr/hal-03126126v1.
In’am, A. (2020). Peran Pemuda dalam Pendidikan Sosial Kemasyarakatan. INTIZAM; Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 67-76.
Jacobsen, D.A., Eggen, P., & Kauchak, D. (2009). Methods for Teaching: Promoting Student Learning in K-12 Classrooms. New Jersey: Pearson Education.
Majid, A. (2009). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya.
Manehat, K. T. (2024). Bakat Pemuda Desa Terhambat Karena Kurangnya Wadah. https://www.rri.co.id. Diakses. Senin, 9 September 2024. Pukul: 10:44 wita.
Nugraheni, T., Budiman, A., dan Rachmawati, D. (2020). Rekreasi, Hiburan, Belajar: Studi Kegiatan Wisata Seni dan Budaya di Saung Angklung Udjo. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 693–702. https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.396
Pratiwi, Y. R. (2021). Peran Pemuda Masa Kini. https://www.djkn.kemenkeu.go.id. Diakses. Senin, 9 September 2024. Pukul: 10:00 wita.
Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009. Tentang Kepemudaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 148. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5067.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





